Mungkin ini sudah ke sekian kalinya saya nyampah, tapi ndak papa lah kan ini blog saya hohoho.
Dari dulu sampai sekarang hal yang saya benci dari sebuah pertemanan adalah akhir yang tidak bahagia. Bagaimana seseorang yang belum kenal menjadi kenal, dekat, lalu hanya karena frekuensi bertemu sedikit ditambah adanya teman baru menjadi renggang dan asing. Bagaimana dari tidak peduli menjadi peduli lalu kembali tidak peduli. Bagaimana teman kita yang dulu selalu ramah pada kita menjadi dingin, ketus, dan jutek hanya karena persepsi dari oranglain. Bukankah teman kita lebih dulu mengenal kita? Bagaimana bisa dia menjudge teman sendiri, istilah nya dalam agama islam su'udzon.
Karena saya terlalu sering mengalami hal hal semacam ini saya pernah berpikir apakan teman itu bullshit belaka, tapi kemudian saya teringat teman teman lain yang masih bersama saya dan menemani saya. Apa bijak jika saya berpikir pertemanan yang mereka tawarkan bullshit, apa bijak jika saya menjudge mereka tanpa memberi mereka dan diri saya sendiri kesempatan?
saya kira tidak
Tidak ada komentar:
Posting Komentar