Rabu, 29 Desember 2010

miris

wah, udah lama nggak posting

hhehe

disaat yang lain pada mantengin tipi masing-masing, aku mantengin komputer, mikir

hmm, sebenernya banyak lhoh pertanyaan yang numpuk di otakku, kadang bingung juga, sebagian besar pertanyaan itu sakjane tentang aku dhewe, tapi kok yo aku ra ngerti jawabane -,-

apalagi akhir akhir ini, hari hari yang berat nih

wah, harus cepet cepet cari solusinya nih, biar konsentrasiku ga buyar, tapi gimanaa

okey, clue pertama, kata salah seorang teman, mungkin aku mengalami apa yang biasa dialami para remaja masa kini (baca : galau)

masalahnya, apa itu galau?ya, aku juga nggak tau artinya secara harfiah, apalagi maknanya

hopeless -.-

clue kedua, kata salah seorang teman (juga), mungkin teman pertama ada benernya, tapi kegalauan ini dalam berbagai aspek kehidupan, terutama cinta (unyuuu)


nah, clue ketiga, kata salah seorang teman saya tuh, yang tau apa yang saya rasakan ya saya sendiri (translate : sing ngerti kowe ngopo ki yo kowe dhewe lho), nah lho

terdiam

nutup mata

tarik nafas

bingung

kok nano nano ya?

lhah?pusing, cekelan, ga ngepek, nah lho!

akhirnya cuma guling guling gajelas di kamar :((




Minggu, 19 Desember 2010

dear my friends :D

ini buat temen temen ku

semua sahabatku

i love you guys :)

kemaren (baca : jumat suram), yaa emang ada insiden plus bonus bonusnya yang entah kenapa bikin aku agak tertekan, tapi aku nggak apa apa kok. Mungkin karena lagi emosional aja kali ya jadi kayak gitu. Maaf waktu kalian tanya aku belum bisa cerita.  Umm, jadi, makasih buat semua yang khawatir sama aku. Aku baik baik aja kok. Makasih yaa. Aku seneng lhoo, hhehe :D

Jadi mending aku ceritain aja kali yaa

hemm tapi besok besok aja deh, capek, mau bobo #gejeabis

hhehehe

see you :)

guilty

maafkan aku,

bagaimana aku yakin aku benar tapi aku ragu sesaat kemudian?

mungkin karena jiwaku yang labil, atau aku yang memang salah menginterpretasikan segalanya, atau karena hal lain yang aku juga belum tahu

jelas aku salah

aku salah

entah harus berapa kali aku ungkapkan

karena pada intinya kalimat itu tetap terpatri di sisi gelap itu, jauh di dalam sana, kekal

aku memang bersalah