Sabtu, 12 Mei 2012

mungkin saya memang cengeng, baru beberapa cobaan yang menerpa saya dan saya menjadi rapuh. Saya bukan orang yang sempurna. Saya takut dengan beberapa hal. Bukan saya ingin dipandang sebagai orang yang sempurna, hanya saja saya takut menjadi yang terburuk dan terpuruk. Jujur saya gampang minder. Saya tidak se-PD yang kalian bayangkan. Tapi yang saya tahu selama ini tidak ada orang yang sempurna.Saya paling takut tidak ada orang yang disamping saya. Saya takut menjadi orang yang tidak kompeten, oke paling tidak kompeten. Saya takut dijauhi teman teman dan saya tidak akan memaksakan diri untuk masuk diantara orang=orang yang tidak respect terhadap saya. Bagaimana saya tahu mereka tidak respect terhadap saya? mudah saja, itu semua dari matanya, cara mereka memandang saya. Pandangan meremehkan, pandangan menghindari, pandangan "ih males banget deh liat lo, sana jauh jauh", pandangan marah, pandangan nggak butuh, semua saya pernah mengalami dan hafal rasanya.

Rabu, 02 Mei 2012

is friendship just a bullshit?

Mungkin ini sudah ke sekian kalinya saya nyampah, tapi ndak papa lah kan ini blog saya hohoho.

Dari dulu sampai sekarang hal yang saya benci dari sebuah pertemanan adalah akhir yang tidak bahagia. Bagaimana seseorang yang belum kenal menjadi kenal, dekat, lalu hanya karena frekuensi bertemu sedikit ditambah adanya teman baru menjadi renggang dan asing. Bagaimana dari tidak peduli menjadi peduli lalu kembali tidak peduli. Bagaimana teman kita yang dulu selalu ramah pada kita menjadi dingin, ketus, dan jutek hanya karena persepsi dari oranglain. Bukankah teman kita lebih dulu mengenal kita? Bagaimana bisa dia menjudge teman sendiri, istilah nya dalam agama islam su'udzon.
Karena saya terlalu sering mengalami hal hal semacam ini saya pernah berpikir apakan teman itu bullshit belaka, tapi kemudian saya teringat teman teman lain yang masih bersama saya dan menemani saya. Apa bijak jika saya berpikir pertemanan yang mereka tawarkan bullshit, apa bijak jika saya menjudge mereka tanpa memberi mereka dan diri saya sendiri kesempatan?
saya kira tidak