beberapa hari ini aku sama ''chairmate'' ku mendiskusikan hal yang sama berulang kali.
C: Kenapa kamu 'menyukai' dia1?
A: Nggak tau. Kamu kenapa 'suka' dia2?
C: Nggak tahu, 'suka' aja
hening
C: kenapa kamu nggak bisa 'suka' sama dia3?
A: nggak tau, ada yang nggak srek aja, tapi nggak tau apa
C: pasif kali ya
A: ya mungkin juga, tapi yang pasti aku nggak nyaman, lhah kamu kenapa nggak 'suka' sama dia4?
C: ya karena dia teman, udah, nggak ada rasa lain, cuma teman curhat
A: oooo
A: eh kalo dipikir pikir kenapa kita nggak bisa 'suka' sama dia5 ya?
C: hem, kenapa yaa. Iya juga sih, kalo dipikir pikir, dibilang jelek enggak, yaa tapi nggak ganteng juga, bijaksana, enak diajak curhat, agamanya kuat, imam yang baik tuh
A: tapi tetep aja diantara kita berdua nggak ada yang 'suka' tuh, kenapa ya?
C: iya, kenapa ya. Aku juga nggak tau nih. Kurang bagus apa coba? macho okelah, apa ya
A: hemm, bingung
C: sama, padahal dia1 sama dia2 nggak se-almost perfect itu kan?
A: mungkin karena ini masalah hati. Yang menganalisis mata sama otak kita, tapi tetep pada akhirnya hati yang menentukan pilihan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar