maafkan aku,
bagaimana aku yakin aku benar tapi aku ragu sesaat kemudian?
mungkin karena jiwaku yang labil, atau aku yang memang salah menginterpretasikan segalanya, atau karena hal lain yang aku juga belum tahu
jelas aku salah
aku salah
entah harus berapa kali aku ungkapkan
karena pada intinya kalimat itu tetap terpatri di sisi gelap itu, jauh di dalam sana, kekal
aku memang bersalah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar